STOP BUYING SHIrT YOU DON’T NEED

Tidak kurang dari 2 bulan lagi kita akan memasuki tahun baru 2020, tidak terasa waktu berlalu secepat ini huft. Di samping itu, ada hal yang paling ditunggu-tunggu bagi sebagian orang menjelang akhir tahun yaitu cuci gudang atau diskon besar-besaran yang menarik akan banyak kita temukan di toko, swalayan atau bahkan yang berbasis toko online salah satunya adalah di bidang fashion. Hal ini dilakukan para pelaku usaha untuk mengejar target tahunan dan mendongkrak penjualan agar stok barang lama di gudang habis terjual dan diganti dengan yang baru seiring dengan bergantinya tahun. Sasaran utama yang dituju tidak lain tidak bukan adalah konsumen wanita, karena tidak bisa dipungkiri sifat konsumtif para wanita yang lebih tinggi dan bergejolak ketika melihat tanda diskon terpasang.

Menurut Triyaningsih (2011), perilaku konsumtif merupakan perilaku membeli dan menggunakan barang yang tidak didasarkan atas pertimbangan secara rasional dan memiliki kecenderungan untuk mengkonsumsi sesuatu tanpa batas dimana individu lebih mementingkan faktor keinginan daripada kebutuhan serta ditandai oleh adanya kebutuhan mewah dan berlebihan, penggunaan segala hal yang paling mewah memberikan kepuasan dan kenyamanan fisik. Seperti yang kita ketahui bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, ada banyak cara yang dapat kita terapkan untuk menghindari perilaku berlebihan dalam membeli atau menggunakan pakaian yang kita gunakan tersebut.

Berikut langkah-langkah yang bisa kalian tempuh dalam mengurangi sifat konsumtif kalian yaitu dengan menerapkan konsep The Buyerarchy of Needs dari Sarah Lazarovic

  1. Gunakan yang kalian punya

Dilihat dari skema piramida diatas, menunjukkan bahwa menggunakan sesuatu yang kalian sudah miliki adalah cara pertama yang bisa diterapkan sebelum membeli yang baru, pikirkan terlebih dahulu manfaat yang bisa dihasilkan dari barang baru tersebut, jangan biarkan pakaian di lemari bertumpuk sampai tidak ada ruang lagi. Dengan menggunakan sesuatu yang sudah kalian miliki selain akan menghemat uang, ruang juga akan menghemat waktu.

2. Meminjam

Jangan malu meminjam pakaian milik teman/keluarga sendiri, seringkali kita tidak memiliki pakaian yang cocok untuk menghadiri suatu acara, daripada kita membeli pakain baru yang mahal dan hanya digunakan sekali saja lalu disimpan di lemari dan tidak digunakan kembali, alangkah baiknya anda meminjamnya ke teman/keluarga anda yang barangkali memiliki pakaian yang cocok untuk acara tersebut. Akan tapi perlu diingat kalau kita meminjam sesuatu di orang jangan sampai mengembalikannya dengan keadaan rusak dan tidak layak dipakai karena hal tersebut akan menyebabkan anda tidak dipercaya lagi untuk dipinjamkan sesuatu.

3. Bertukar

Kalian gengsi untuk meminjam pakaian di teman/keluarga sendiri? Coba deh usulkan untuk bertukar baju dengan mereka semisal anda tidak memiliki baju lengan panjang dan teman anda memilikinya nah kalian bisa saling tukar, hal tersebut juga akan menambah koleksi pakaian anda serta menguranginya tanpa harus membeli pakaian baru dan mengeluarkan uang sepeserpun. Selain itu, cobalah mencari info tentang acara yang bertema tukaran baju di kota anda, seperti acara “Betukah” yang diinisiasi oleh Gumi Bamboo pertama kali diadakan di NTB. Betukah adalah sebuah acara dimana kalian bisa menukarkan dan mendonasikan barang tak terpakai untuk mengurangi limbah khususnya limbah tekstil dan menerapkan hidup minimalis.

@Tukarbaju_

4. Menghemat

Menghemat yang dimaksud ini adalah dengan membeli pakaian bekas layak pakai, jangan keburu jijik dulu mendengar kata “bekas”, faktanya dengan membeli satu item pakaian bekas layak pakai/second hand/preloved dari pada pakaian baru akan mengurangi 82% jejak karbon (@thredup). Lagi pula sebagian besar baju bekas yang dijual dipasaran masih sangat layak untuk di pakai bahkan belum terpakai sama sekali oleh pemilik sebelumnya karena faktor tertentu. Hal tersebut menjadi poin tambahan buat kalian yang mau tampil trendy tapi masih tetap menghemat pengeluaran karena kalian bisa mendapatkan harga yang sangat murah dengan kualitas barang yang masih bagus. Akan tetapi, perlu diingat kembali untuk tidak kalap dalam membeli.

Yt: Come Thrifting With Us by Elena Taber

5. Membuat sendiri

Dengan membuat pakaian sendiri akan memberikan kepuasan tersendiri untuk diri kita karena dapat dengan bebas mendesain bentuk, warna pakaian dan memilih jenis kainnya dan tentunya menghemat pengeluaran. Hal tersebut juga akan membuat kita terlihat lebih authentic berbeda daripada orang yang lain. Disisi lain, dengan membuat pakaian sendiri secara tidak sengaja akan mengasah/menambah keterampilan diri kita. Jadi semisalnya ada pakaian yang robek jangan keburu dibuang dulu, pakain tersebut bisa diperbaiki/jahit ulang namun jika kerusakannya cukup parah maka bisa alihkan untuk kain pembersih.

Gumi Bamboo

6. Membeli

Menurut Ellen MacArthur Foundation, setiap detik satu truk sampah tekstil ditimbun atau dibakar, bisa kalian bayangkan jejak karbon yang dihasilkan oleh limbah sampah tekstil tersebut perharinya. Membeli pakain yang baru merupakan solusi yang diterapkan apabila langkah-langkah sebelumnya sudah diterapkan namun belum memenuhi kriteria kebutuhan anda. Namun perlu diperhatikan kembali jika kalian ingin membeli sesuatu untuk dipertimbangkan secara saksama terlebih dahulu manfaatnya dalam beberapa aspek seperti manfaat untuk diri kita sendiri maupun lingkungan.

Di penghujung tahun ini adalah momentum yang tepat yntuk memikirkan kembali resolusi kalian Tahun 2020. Mungkin dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana seperti join di acara menukar baju (Swap) dan mengurangi konsumsi? Jika kalian kebetulan ada di Mataram tanggal 1 December nanti, yuk bareng acara Betukah dari Gumi Bamboo ?

Betukah #swapordonate
Networking event in Mataram, Indonesia by Gumi Bamboo on Sunday, December 1 2019web.facebook.com

Referensi :

https://www.kajianpustaka.com/2018/06/pengertian-aspek-dan-karakteristik-perilaku-konsumtif.html

https://www.sistermountain.com/blog/buyerarchy-of-needs

 387 total views

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Gumi Bamboo

Gumi Bamboo

Gumi Bamboo is a Lombok based Social Enterprise working closely with women group (previously employed as stone miners) to produce earth friendly product sourcing bamboo materials from their Community Forestry, providing them leadership & life skill through Bamboo craftsmanship.

Leave a Replay

From the Team

Most of our journey is described here. The story of Community, tips and tricks, news & articles are exclusively curated for you, our beloved supporters. 

You can also give donation as you wish to support our future content creations!

Recent Posts

Follow Us

We're also on Youtube!

Stay in the loop

×